Saturday, May 26, 2007

“Sesuatu malam ini, bukan sekedar catatan”

(1)
Segelas angin dan setumpuk malam
tidak untuk dipertukarkan dengan siang.
Pagi dimekarkan matahari, bukan berarti
sore diredupkan oleh tikaman bintang.
Jajari kanak-kanak dengan seribu bidadari,
Biarkan nafas menarikan harum bunga setaman,
sehingga telungkup sujud bersama sang waktu.
Aminkan hidup lewat tarian dan dendang nyanyian jiwa.

(2)
Ditumpukkan jerami di pojok pematang bersanggakan sebatang bambu
Anak-anak sawah bersenggama bumi, membuntingi waktu
Tetes titik-titik keringat bersimbah darah dan air mata
Mengikuti kecambah padi dan palawija, menanti matang untuk dituai
Berhitung bulir dan kepeng diasap dapur
Di kebun belakang rumah, seekor elang menyambar anak ayam
Di halaman depan rumah, seekor kucing melahap ikan dan daging
Di ruang tamu, tikus dan rayap-rayap sedang memusyawarahkan siasat
Menanam matahari di kedalaman malam


(3)
Anak kecil
Balita
Perempuan
Dini hari
Memainkan botol kosong bertali rafia warna biru
[Menggiringnya sebagai ternak piaraan (?)]
Setangkai ranting daun trembesi, layu
[Memegangnya sebagai pakan (?)]
Sebentar jam nanti,
Fajarkah matahari sesuai janji
Republik
Kapan dipulangkan kembali

[Ibuku kemarin pagi nyaris mengusung kain terakhirnya ke rumah gadai
Bapakku mengurai tangis meratap-ratap di pojok desa
Kerbau di kandang telah menjadi karat besi]

Surabaya-Mojokerto,08-09.06.04

No comments: