Saturday, May 26, 2007

Dekorasi Demokrasi, Pasukan Caci Maki

Aku memaki mereka
: Babi busuk, Lu!
Apapun dimuka, diembat habis
Tanpa pilih-pilih, semua Lu santap sampai ludes
Tak peduli ludah, tahi, kencing
Mani, darah, keringat
Daging, nanah, borok maupun
Sampah!
Gue bilang
: Pantas, Lu gemuk!
Tak berotak
Tak punya hati
Bangsat!

Mereka mengumpati aku
: Dasar, Lu!
Anjing kampung, kudisan
Tahunya cuma menggonggong,
Merengik sakit, kelaparan
Apa pula tak kau teriaki
Kere bulukan pun Lu maki
Sialan!
Mereka pun berkata-kata
: Tikus got, Lu comberan!
Tak sekali berani tampak di muka
Sembunyilah mengendus lorong gelap
Mana berani, Lu tampak di terang
Pecundang!

Wahai, para petarung
Di sini telah dibuka arena
Mari dilaga
Mari memaki

Reformasi…
Matisuri…
Demokrasi…

(Jangan berkecil hati
Tanding kali ini tanpa juri
Komandonya
: MERINGIS DI TEMPAT…, GRAK!
Upacara Bendera belum lagi dilaksanakan
: BUBAR BARISAN…, JALAN!
Pasukan berbaris terik-tempe)

Revolusi…
Revolusi…
Revolusi…
Revolusi setengah hati
: Re-for-ma-si
De-mo-kra-si
Li-be-ra-li-sa-si

(Republik ini bukan lah gerai waralaba, kursi ataupun secangkir kopi)



Jakarta, 23 Agustus 2004

No comments: