Thursday, June 28, 2007

“Pada Sahabat: Menyapa Sapa”

Tersungkur aku pada kedalaman nyenyak
Bangunku sebab dihempas hangat matahari
Yang kau usik dengan lemparan dering telepon
Ah,
Regang otot badan lelah tak juga melunak
Oleh kejutmu yang selintas tadi
Namun jika masih ada sisa di candamu
Itu akan meluruhkan benakku yang serpih oleh waktu
Bagaimana aku mesti menjemput waktumu dan bertemu


(Pontianak, 17 Juni 2007)

No comments: