Wednesday, July 4, 2007

“Gundah di Paruh Jalan”

Rambutmu tampak mulai berkarat
Selintas-lintas helai uban
Timbul dan tenggelam

“Proses penuaan, Bo...”
Demikian kau bilang

Itukah yang telah mengungkitmu dengan rasa was-was
Di mimpi yang kau sebut:
“Suamiku kawin lagi...”

Tak usah gundah
Itu biasa
Tak usah gelisah




Jakarta, 4 Juli 2007

No comments: