Thursday, May 19, 2011

"Sepi Malam di Langit Mendung Jakarta"

Bintang dan bulan cemberut

Gebyar lampu tidak diminati

Di atas balai-balai bambu

Pojok teras penjara kerja

Matahari tergolek lunglai

Bintang dan bulan cemberut

Dilapis kibasan langit bergerimis

Di atas balai-balai bambu

Pojok teras penjara kerja

Sendiri memantik api

Dihambur jari puntung-puntung

Habis bertumpuk diampas kopi

Sebatang lagi sisa separuh

Tanpa lelah mengasap mata

Bergulung mendung menyapa pagi



Jakarta, Mei 2011

Monday, May 16, 2011

“Memuda Senja”

Seorang kawan sedang sakit, kronis

Seorang kawan lain juga dikabarkan sedang sakit, kronis

Seorang kawan yang lain lagi, dikabarkan pula sakit, kronis

Sebelum-belumnya berita yang dulu sangat jarang didengar

Beberapa tahun terakhir ini datang hilir mudik, silih berganti

Usia memang sudah semakin tua

Ya:

“Usia memang sudah semakin tua”

Ya:

“Duapuluhlima tahun!”

Soal-soal keasamuratan

Soal-soal kekolesterolan

Soal-soal kepusingan

Soal-soal keterengahan

Soal-soal kelelahan

Soal-soal kelemahan

Apapun sebutan gangguan kekeroposan dan keberkaratan

Pijit-kerik badan dan segenap rawat-jaga kesehatan

Klinik, rumah sakit maupun pembaringan rawat rumahan

Soal-soal kesakitan

Soal-soal kesehatan

Soal-soal kegemukan

Soal-soal kekurusan

Soal-soal penuaan

Ya,

“Usia tetap dan pasti: Duapuluhlimaan!”

Jakarta, 16 Mei 2011

Monday, May 2, 2011

Kado Kata Pesta Kawin 2011

Sama berasal dari setetes air mani dan segumpal darah Hidup

Tumbuh diinang dan terlahir oleh Rahim Perempuan

Berdiri disangga dua kaki dan berkacak dengan dua tangan

Mulut sama-sama menganga menadah kunyah panganan

Hidung mengendus hirup bernapas angin

Dan semua tentang dirimu, diriku dan mereka

Apa yang telah membeda?

Dalam pesta-pora penuh gegap-gempita

Aku masih mengingat perihal

Keringat, darah dan air mata

Serpih-serpih daging, tulang-belulang dan rongsokan jasad

Kakek, nenek dan moyangku

Tanah, air dan hasil bumi Bunda Pertiwiku

Tersampir ikut melekat sebagai riba dalam setiap darah, daging dan nafasmu




Watugunung

Jakarta, Setelah April 2011

Tuesday, April 19, 2011

"Jantera"

Ada diadakan sebagai Suruhan
Melaku tanpa hendak ingkar melawan
Diragai segenap kelengkapan daya tegak
Berserah menggerak tapak mengarung alur-aliran samudera lakon

Memenuhi syaratnya hidup badan ragawi
Merunduk sungkur membubung nafas menghembuskan serah
Bersama segenap serpih-serpih jiwa-raga tumbuh hidup, seluruh dzat dan segala bentuk
Menyelam di kedalaman sujud, berserah Hu:pada Hidup, pada Haq



Jakarta, April 2011

“Tlulur”

Tengah hari telah lewat separuh lebih lagi
Pernah Aku sampaikan pada AKU
Jika aku sudah sampai pada ufuk
AKU akan menjemput Aku
AKU mengembalikan aku
AKU menyempurnakan satunya aku-Aku
 
Kepada aku semalam Aku bersapa
Berbenah pada sisa waktu
Bersama menunaikan janji
Mungkin tidak sempurna tuntas

Tugas memang belum usai

Meniti penggal lorong bentang menuju ufuk
Semoga aku
Semoga Aku
Semoga AKU
Semoga Aku
Semoga aku
Menerus pijak
Ikhlas mencapai tuntas
Menyatu bersamakuKuKUKuku

 

Jakarta, April 2011

Friday, April 15, 2011

Hening di Senja Tua

Daun-daun mulai kuning, merantak
Ranting-ranting mulai kering, meranggas
Batang-batang mulai lepuh, melapuk
Akar-akar mulai luruh, membusuk
Ruang
Waktu
Berbatas ufuk
Semburat jingga warna langit senja
Membayang di selewat tengah hari
Istirahat menunggu nyenyak
Melepas lelah dan penat 
Melurus halus keriput
Melelap tafakur
Pada henang
Pada hening
Pada henung
Pada Hu
Pada Hak
Pada Hidup
Pada Hyang
Rabbul ‘Alamin
Amin
Amin
Amin ya Rabbal ‘Alamin

Watugunung

Pejaten, Jakarta
Jumat, 15 April 2011


Saturday, October 16, 2010

Hari Bumi, 22 April (?)

Kulminasi matahari di atas garis maya Khatulistiwa dua kali setahun, diperkirakan tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Dalam musim normal, keduanya masuk musim pancaroba menuju kemarau (jw. mareng) dan pancaroba menuju penghujan (jw. labuh). Kedua saat itu lebih tepat untuk kita pemukim kawasan tropis yang menyangga nafas bumi menandainya sebagai hari-hari puncak persetubuhan Bumi dan Matahari. 

Demi Bumi dan Kehidupan Bersama bagi seluruh dzat dan makhluk Semesta Raya secara adil dan beradab.


(oleh Ripana Puntarasa pada 22 April 2010 jam 14:24)