Monday, July 4, 2011
Gugat
Negeri impian para kelana
Surga para jenaka
Ladang para periba
Kancah para peculas
Semakin hari
Semakin entah-berentah
Semakin apa-mengapa
Mesti menimbang-timbang apalagi
Demi waktu
Segerakan!
Thursday, May 19, 2011
"Sepi Malam di Langit Mendung Jakarta"
Bintang dan bulan cemberut
Gebyar lampu tidak diminati
Di atas balai-balai bambu
Pojok teras penjara kerja
Matahari tergolek lunglai
Bintang dan bulan cemberut
Dilapis kibasan langit bergerimis
Di atas balai-balai bambu
Pojok teras penjara kerja
Sendiri memantik api
Dihambur jari puntung-puntung
Habis bertumpuk diampas kopi
Sebatang lagi sisa separuh
Tanpa lelah mengasap mata
Bergulung mendung menyapa pagi
Jakarta, Mei 2011
Monday, May 16, 2011
“Memuda Senja”
Seorang kawan sedang sakit, kronis
Seorang kawan lain juga dikabarkan sedang sakit, kronis
Seorang kawan yang lain lagi, dikabarkan pula sakit, kronis
Sebelum-belumnya berita yang dulu sangat jarang didengar
Beberapa tahun terakhir ini datang hilir mudik, silih berganti
Usia memang sudah semakin tua
Ya:
“Usia memang sudah semakin tua”
Ya:
“Duapuluhlima tahun!”
Soal-soal keasamuratan
Soal-soal kekolesterolan
Soal-soal kepusingan
Soal-soal keterengahan
Soal-soal kelelahan
Soal-soal kelemahan
Apapun sebutan gangguan kekeroposan dan keberkaratan
Pijit-kerik badan dan segenap rawat-jaga kesehatan
Klinik, rumah sakit maupun pembaringan rawat rumahan
Soal-soal kesakitan
Soal-soal kesehatan
Soal-soal kegemukan
Soal-soal kekurusan
Soal-soal penuaan
Ya,
“Usia tetap dan pasti: Duapuluhlimaan!”
Monday, May 2, 2011
Kado Kata Pesta Kawin 2011
Sama berasal dari setetes air mani dan segumpal darah Hidup
Tumbuh diinang dan terlahir oleh Rahim Perempuan
Berdiri disangga dua kaki dan berkacak dengan dua tangan
Mulut sama-sama menganga menadah kunyah panganan
Hidung mengendus hirup bernapas angin
Dan semua tentang dirimu, diriku dan mereka
Apa yang telah membeda?
Dalam pesta-pora penuh gegap-gempita
Aku masih mengingat perihal
Keringat, darah dan air mata
Serpih-serpih daging, tulang-belulang dan rongsokan jasad
Kakek, nenek dan moyangku
Tanah, air dan hasil bumi Bunda Pertiwiku
Tersampir ikut melekat sebagai riba dalam setiap darah, daging dan nafasmu
Watugunung
Jakarta, Setelah April 2011
Tuesday, April 19, 2011
"Jantera"
Ada diadakan sebagai Suruhan
Melaku tanpa hendak ingkar melawan
Diragai segenap kelengkapan daya tegak
Berserah menggerak tapak mengarung alur-aliran samudera lakon
Memenuhi syaratnya hidup badan ragawi
Merunduk sungkur membubung nafas menghembuskan serah
Bersama segenap serpih-serpih jiwa-raga tumbuh hidup, seluruh dzat dan segala bentuk
Menyelam di kedalaman sujud, berserah Hu:pada Hidup, pada Haq
Jakarta, April 2011
“Tlulur”
Tengah hari telah lewat separuh lebih lagi
Pernah Aku sampaikan pada AKU
Jika aku sudah sampai pada ufuk
AKU akan menjemput Aku
AKU mengembalikan aku
AKU menyempurnakan satunya aku-Aku
Kepada aku semalam Aku bersapa
Berbenah pada sisa waktu
Bersama menunaikan janji
Mungkin tidak sempurna tuntas
Tugas memang belum usai
Meniti penggal lorong bentang menuju ufuk
Semoga aku
Semoga Aku
Semoga AKU
Semoga Aku
Semoga aku
Menerus pijak
Ikhlas mencapai tuntas
Menyatu bersamakuKuKUKuku
Jakarta, April 2011
Friday, April 15, 2011
Hening di Senja Tua
Daun-daun mulai kuning, merantak
Ranting-ranting mulai kering, meranggas
Batang-batang mulai lepuh, melapuk
Akar-akar mulai luruh, membusuk
Ruang
Waktu
Berbatas ufuk
Semburat jingga warna langit senja
Membayang di selewat tengah hari
Istirahat menunggu nyenyak
Melepas lelah dan penat
Melurus halus keriput
Melelap tafakur
Pada henang
Pada hening
Pada henung
Pada Hu
Pada Hak
Pada Hidup
Pada Hyang
Rabbul ‘Alamin
Amin
Amin
Amin ya Rabbal ‘Alamin
Watugunung
Pejaten, Jakarta
Jumat, 15 April 2011